Perbaikan Amal Tujuan Akhirat

 
Perbaikan Amal Tujuan Akhirat
Sumber Gambar: Foto (ist)

Laduni.ID, Jakarta - Syaikhul Islam Al-Imam Abu Muhammad Sufyan Bin Uyyainah Bin Abi Imran Maimun Al-Hilali Al-Kufi Al-Makki atau Imam Sufyan Bin Uyainah rahimahullah (wafat 25 Februari 815 M, Mekkah), salah satu guru dari Imam Syafi'i dan Imam Hambali rahimahumallah  pernah berkata :

أَصْلَحَ سَرِيرَتَهُ أَصْلَحَ اللَّهُ عَلَانِيَتَهُ

Barangsiapa yang memperbaiki amalan batinnya, Allah pun akan memperbaiki amalan lahiriyahnya.

وَمَنْ أَصْلَحَ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ أَصْلَحَ اللَّهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّاسِ

Barangsiapa yang memperbaiki hubungan antara dirinya dengan Allah, Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia.

وَمَنْ عَمِلَ لِآخِرَتِهِ كَفَاهُ اللَّهُ أَمْرَ دُنْيَاهُ

Barangsiapa yang beramal demi tujuan akhirat, Allah akan mencukupkan urusan dunianya.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al Israa’: 19)

Baca juga: Susunan Lengkap Wirid Setelah Shalat Maghrib dan Subuh Beserta Keutamaannya

Dari Sahabat Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari Radhiyallahu anhu (610 M, Madinah - 665 M, Madinah), Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

"Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yg telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yg niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR Imam Ahmad Bin Hambal dalam kitab Musnadnya, Imam Ibnu Majah, Imam Ibnu Hibban, Imam al-Baihaqi rahimahumullah).

Baca juga: Hukum Membaca Surat Pendek Setelah Fatihah pada Rakaat Ketiga dan Keempat

Dalam Kitab Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim atau Tafsir Ibnu Katsir, karya Abu Al-Fida Al-Hafizh Al-Muhaddits Imaduddin Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi Asy-Syafi'i rahimahullah (1301 - 18 Februari 1373 M di Damaskus, Suriah), penjelasan tafsir surat Hud ayat 15-16 sbg berikut :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan".

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan".

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu (619 M, Mekkah - 687 M, Ta'if, Arab Saudi), menafsirkan surat Hud ayat 15-16 mengatakan, “Sesungguhnya orang yang riya’, mereka hanya ingin memperoleh balasan kebaikan yang telah mereka lakukan, namun mereka minta segera dibalas di dunia.”

Baca juga: Hukum dan Syarat I’tikaf Beserta Hal yang Membatalkannya

Ibnu ‘Abbas radliyallahu'anhu juga mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan amalan puasa, shalat atau shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Namun amalannya akan sia-sia (lenyap) di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”.”

Perkataan yang sama dengn Ibnu ‘Abbas ini juga dikatakan oleh Imam Mujahid Bin Jabir rahimahullah ( 21 - 104 H / 642 - 722 M di Makkah) dan Imam Abu Ashim Adl Dlahhaak bin Makhlad bin Adl Dlahhaak bin Muslim rahimahullah (wafat 212 H / 827 M di Basrah Irak) dan selainnya.

Abul Khattab Qatadah bin Diʿamah as-Sadusi atau Imam Qotadah rahimahullah (680 M, Sadus, Arab Saudi -  735 M Wasit, Irak) mengatakan,

“Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan sholehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa, sebagai balasan untuknya. Adapun seorang mukmin yang ikhlas dalam beribadah (yang hanya ingin mengharapkan wajah Allah), dia akan mendapatkan balasan di dunia, juga dia akan mendapatkan balasan di akhirat.”

Wallahu a'lam
From a variety of sources by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA'AH SARINYALA
— at Majelis Ngaji Sarinyala.